5 Fakta Liga 1 Indonesia yang Dirindukan Pecinta Bola

liga 1

Hadirnya kembali Liga 1 Indonesia memberikan angin segar bagi para pecinta sepakbola Nusantara. Pasalnya sudah hampir dua tahun masyarakat tidak bisa melihat klub-klub kesayangannya bertanding. Mulai dari masalah PSSI, hingga serangan Covid-19 membuat dunia sepakbola seakan jatuh terlelap.

Ada hal-hal menarik dari kembalinya Liga 1 Indonesia ini. Nah, langsung saja simak 5 fakta menarik dari liga nasional yang sangat dirindukan masyarakat pecinta sepakbola di Indonesia ini.

Mengubah Format untuk Meminimalisir Penyebaran Covid-19

Risiko penularan Covid-19 masih saja menghantui semua orang. Karena itu PSSI dan PT Liga Indonesia Baru membuat format series untuk kompetisi liga utama di Indonesia ini.

Format ini membagi kompetisi ke dalam enam series. Dimana setiap seriesnya akan dilakukan di tiga klaster, yaitu klaster pertama di Banten, DKI Jakarta, dan Jawa Barat.

Klaster kedua di Jawa Tengah dan Yogyakarta, dan klaster ketiga di Jawa Timur.

Tidak Ada Tim Tuan Rumah

Dari tiga klaster yang sudah ditentukan tersebut ada 24 stadion yang digunakan untuk semua pertandingan sepanjang BRI Liga 1 Indonesia tersebut. Total ada 18 klub yang bertanding di liga kasta tertinggi Indonesia tersebut, termasuk enam klub berasal dari luar Jawa.

Dengan aturan yang sudah dibuat dipastikan tidak ada satupun klub yang akan bertanding di markas mereka. Hal itu sudah dijadikan komitmen oleh PT Liga Indonesia Baru yang merupakan operator kejuaraan ini.

Setiap pertandingan ini tidak akan ada yang diuntungkan, dan semuanya bisa berjalan sesuai dengan protokol kesehatan.

Setiap Tim Bisa Menjadi Juara Liga

Dalam Liga 1 Indonesia ini tidak ada tradisi bahwa setiap klub besar akan mendominasi kompetisi. Hal itu telah dibuktikan pada liga yang digelar 2017 lalu, dimana Bhayangkara FC yang notabene klub baru bisa menjadi juara liga.

Di tahun berikutnya, piala liga beralih ke Persija Jakarta, dan 2019 kemarin Bali United yang berhasil menjadi juaranya. Catatan ini menunjukkan bahwa semua tim, baik klub besar maupun klub kecil tetap bisa menjadi juara.

Apalagi di dalam liga ini tidak ada yang diuntungkan sama sekali. Tidak ada tuan rumah, dan tidak ada penonton, sehingga semuanya bisa bertanding dengan mentalitas tim masing-masing.

Semakin Banyak Pelatih Lokal yang Mampu Bersaing

Dari 18 tim yang ikut serta dalam gelaran Liga 1 Indonesia ini, 10 pelatih merupakan pelatih asing. Sisanya merupakan pelatih lokal yang menjadi pelatih sementara atau juga menjdi asisten para pelatih asing.

Semakin banyaknya pelatih lokal ini menunjukkan semakin berkembangnya kemampuan para pelatih lokal Indonesia. Hal itu terlihat dari beberapa klub yang mempercayakan kursi kepelatihan kepada pelatih lokal.

Bahkan tidak sedikit pelatih lokal yang mampu membawa timnya memenangkan beberapa pertandingan. Seperti pada kasus di PSIS Semarang, dimana saat Imran Nahumarury didapuk sebagai pelatih sementara. Dia berhasil membawa timnya memenangkan beberapa pertandingan. Bahkan sekarang Imran ditunjuk sebagai asisten pelatih baru dari Ian Andrew.

Momentum untuk Pemain Muda

Kesempatan terbuka luas untuk para pemain muda, karena PSSI memberikan kesempatan kepada para pemain muda untuk menjajal diri di liga nasional terlebih dahulu. Sebelum nantinya mereka akan dipilih untuk gelaran Piala Dunia U-20 yang digelar di Indonesia pada 2023 mendatang.

Hal ini sangat efektif dalam mendorong kemampuan para pemain muda untuk tampil di timnya masing-masing. Bahkan beberapa pemain muda dipercaya timnya sebagai pemain utama. Seperti Pratama Arhan dari PSIS Semarang, Saddam Gaffar dari PSS Sleman, Rivaldo Ferre dari Persipura, Braif Fatari dari Persija, dan masih banyak lagi lainnya.

Itulah 5 fakta menarik dari Liga 1 Indonesia yang membuat para pecinta bola di Indonesia kembali bergelora. Simak terus informasi menarik dari dunia sepak bola lainnya disini!